Memei Si Jagoan Berpipi Merah

Ketika membaca The Naked Traveler karangan Mbak Trinity di bab tentang mobil bututnya, saya teringat dan kangen dengan si jagoan merah saya. Motor automatic yang menurut saya paling luar biasa di kampus ITS. Motor ini merupakan motor bersejarah dan tahu benar dengan segala kehidupan saya ketika berada di kota pahlawan selama 4 tahun. Si jagoan Merah yang saya kasih nama “Memei,panggilan sayang saya dan teman-temana untuk dia, merupaka motor merah keluaran Hero yang bernama Malika. Pasti dibenak teman-teman, Motor apaan tu??? Iya sama, dikampung saya aja ga ada motor seperti itu. Motor ini merupakan reinkarnasi Vespa, bentuk dan suaranya mirip seperti Vespa, tapi memei motor automatic seprti mio *bingung*. Asal mula mendapat motor ini adalah saya mendapat pinjaman dari tante saya yg berada di Surabaya. Motor ini adalah pemberian dari kantorny tante dan keluarga tante sanagat daring sekali memakai memei. Dari pada nganggur, mending saya pake. Alhamdulillah, saya mempunyai motor di kampusšŸ™‚

Kembali tentang si jagoan merah. Karena body nya yang gede dan bewarna merah menyala, padari awalnya teman-teman memanggil motor ini “motor malaikat” (diplesetin dari namanya), tapi saya memberi nama “Memei”. Kenapa debut memei? Nama ini saya ambil dari lingkungan tempat kelahiran saya yang rata-rata keturunan cina. Kata “Memei” mempunyai arti yaitu Wanita dengan berpipi merah. Dikarenakan Si malika punya senyum yang menawan bila lampu nya dinyalakan, akhirnya saya memberi namanyc “Memei si jagoan berpipi merah”. Sayangg, foto memei yang asli udah ga ada di laptop saya. Jadi ini nih motor legendaris di ITS yg hampir sama (ngambil di google)

Ā  Si memei ini identik dengan saya ketika berada di kampus. Jika ada memei, teman-taman pasti tahu bahwa saya berada ditempat tersebut. Apalagi dengan suara seksinya “Krotokotok tok.. krotok,, krotokk”, teman2/adek kontrakan saya pasti bisa langsung mengetahui akan kedatangan saya walau masih.berada jauh.”Itu pasti si ade datang” gumam mereka.

Jujur, pas awal mula memakainya, membuat saya kagok. Saya ga tau bagaimana merawatnya. Si memei adalah motor berjenis 2 tak, sehingga setiap bulan harus mengganti oli mesin dan mengisi oli samping. Pernah kejadian pas saya baru menggunakan memei sekitar 6 bulan pertama, memei ngambek. Tiba-tiba saja dia ga mau hidup. Akhirnya saya menelepon dealernya. Setelah dicek, ternyata mesin nya turun karena ga diisi oli samping selama 6 bulan dan terjadi kekeringan. Biaya perbaikan si memei sekitar 600rban. Gilaaaaa, mahal banget kan!! Untung oom saya, pemilik motor ini yang baik hati, mau memperbaikinya. Maklumlah, saya anak kampus yg ecek-ecek dan uang saku aja pas-pas an. Sejak saat itu saya rajin memelihara memei.

Memei itu sebenarnya masih bagus, cuman agak cacat dibagian sisi kanan Dan kiri lecet . Hal ini dikarenakan, si memei berjasa mengajari sahabata saya si Rima untuk bisa membawa motor. Si Rima nekad bawa memei, padahal dia belum bisa mengendarai motor. Alhasil memei menabrak trotoar kampus!!! Alamakkk saya hanya geleng-geleng kepala. Kejadian itu ketika saya menitipkan motor kedia saat pulang kampung. Ketika rima memakainya atau teman asrama ITS memakainya, teman-teman jurusan lain pasti bertanya “Ade, kamu udah pulang ya? kok memei ada di sakinah (swalayan)?” atau “Tadi, kamu singgah di jurusan biologi?” atau “Cowok mana yang kamu gonceng kemarin?” hahahah. Padahal saya kan ga make tuh motor dan seringkali terjadi kesalahpahamanšŸ˜€. Pernah kejadian, teman saya mengendarai si memei. Kemudaian teman jurusan saya, ayik dan ira, yang berada di tepi jalan yang juga sedang mengendarai motor, mereka melihat memei melintas di jalan kampus. Si ayik mengejar saya, karena pada saat itu ada rapat angkatan sehingga ada yang perlu dibicarakan. Ketika mereka di belakang memei, si ayik memanggil saya “Ade Ade Ade,,,”. Ya si cewek itu diam dong karean nama yang dipanggil bed began yang mengendarai, dan ayik pun berteriak “Ade, kamu ga bla bla bla dan bla”. Eh, pas mereka sudah sejajar motornya, ternyata yang bawa memei adalah orang lain. Hahahahah. Cape deh..

Si memei ini sensitif banget, suka ngambek an. Kalo kita marah-marah atau ngumpat, dia pasti ga mau nyala, jiwanya sangat rapuh. Suatu hari Surabaya sedang musim hujan dan seringkali banjir di daerah tertentu. Hebatnya, si memei bisa melewati banjir yang mempunyai ketinggian airnya hampir mencapai lutut kaki. Ya, saya selaluĀ  memberi dia semangat “Ayo meii..kamu bisa ayo meii kamu bisa!!!”. Kalo saya lagi marah dan menendang memei, memei pasti ngambek ga mau hidup. Saya elus elus dan minta maaf, baru deh dia mau hidup. *hihihi jadi kangen si memei.

Memei ini berjasa banget bagi hidup saya, dia adalah teman sekaligus sahabat saya. Dia selalu mengantar saya ke tempat adek-adek les sewaktu ngajar di surabaya. Memei kuat banget, dia bisa menempuh ITS-Perak. Waktu tempuh perjalanan dengan memei sekitar 55 menit. Lama banget ya? Apa ga lama, secara kecepatan maksimalnya adalah 75cc. Hahahaha.

Sudah 4 tahun saya bersama dia, memei semakin tua. Tangki bensinnya mulai bocor (sudah diperbaiki), remnya udah oblong, dan speedometer nya juga ga jalan, bahkan indikator bensin ga berfungsi sehinhga saya sudah memperkirakan ketika mau jalan kemana Dan memprediksikan bensin ini cukup atau ga. Selain itu saya hanya bisa memakai rem kanan karena rem kiri putus, dan parahnya lagi rem kanan juga sudah ga berfungsi dengan baik *nyengir*. Ketika mau rem, saya sudah memperkirakan jarak antara kendaraan dan kecepatan yang saya gunakan, sehingga saya tahu kapan rem kanan digunakan agar bisa berhenti began tepat dan ga nabrak motor/Mobil yg berada didepan. Hebat kan saya!! Hahahah, secara saya adalah ahli matematika jadi bisa memprediksi semuanya. *pembelaan diri

Adalagi cerita lucu. Saat maba (mahasiswa baru), kami selalu mengadakan rapat angkatan. Kebetulan rapat angkatan ini dilaksanakan di rumah komting saya yaitu mas ayik yang merupakan asli anak suroboyo. Kami melakukan tugas yang diberikan sampai larut malam dan pulang sekitra jam 06 pagi. Karena keesokaan harinya kami harus mengikuti mentoring bersama penyambutan maba, akhirnya saya pulang bersama teman anak jakarta, namanya widya (panggilan menjenjer skrg). Jujur pada awal, kami ga saling kenal. Ya sudah lah, ini merupakan awal pertemanann. Krotokokk…tokok.. si memei mulai berjalan. Eh, baru setengah perjalanan, si memei ngambek di lampu merah. Alhasil, saya menyuruh widya untuk naik angkot “S” jurusan keputih. Saya mendorong memei dan menitipkan motor di bengkel. Ketika saya naek angkot juga dengan waktu yg berbeda, ternyata saya nyampe duluan di mesjid manarul. Saya mencari widya, mana nih anak? Padahal dia duluan yg pulang. Acara pun selesai dan saya masih tidak menemukan dia. Keesokan harinya, saya bertemu dia dikampus, dan menanyakan kemana dia kok ga datang. Dia marah-marah “Gila lu,, masak gw nyasar naek angkot!! Gw nyasar ke pasar turi (daerah perak)”. Trus ku tanya “Emang kamu naek angkot warna apa?”. Dia jawab “Warna kuning hijau”. Hyaaa.. pantesan aja salah. Angkot “S” itu warna biru keungu-ungan. Ternyata kaca mata nya pecah dan ga bisa liat huruf nya. *gubrak

Ramadha, 12.45pm
“Sekarang Memei sudah tenang dan bahagia disana, dia dikembalikan kepada pemilik sebenarnya…
RIP Si Jagoan Merahku”

9 thoughts on “Memei Si Jagoan Berpipi Merah

  1. Hahahaha, mei-mei yang digambar bersih banget ya de, mei2 aslimu kan butek banget, hahahaha…..

    Ingat juga waktu dorong mei2mu dengan pak tom ke bengkelnya di tugu pahlawan, seharian juga kakiku pegel2,hahahaha…

    Mas asa selalu bilang, aku lari ma motornya ade masih ceperan aku, “hahaha

    Banyak kenangan lah dengan memeimu itu

    1. hahaha iya ya.. itu belum tak masukin cerita nya. Banyak cerita dengan memei…ntar kepanjangan page nya, bosen bacanya. hahahah.
      iya memei asli butek karena belum dimandiin. tapi coba udah dimandiin, makin mantapppp mengkilau.
      tengkyu tengkyu semua, yg udah membantu menyelamatkan hidup memei,,,

  2. wah,..pemgalaman unik ne,.
    kangen memei,.kemarin malam ngobrol ma Rizky..
    koq kebetulan ya ingat “memei”..
    jadi inget “mimi”..”ontel hitam sahabatku”..
    meski namanya feminim tapi dia berjiwa kstaria..(read” maskulin) hehehe
    pertama beli langusng di ajak aksi bem its hwkkk…(pengalaman saat maba).
    unik ya mbak cerita masa lalu masing” orang itu..miss u mbak..^^

  3. Mimi di pakek adhek mbak,..yang lagi nimba ilmu di kampus seberang (read: unair).sekrang berkelana bersama dhek Beata..ehmm
    syang nya si beata belum punya sejarah sebanyak mimi..
    mbak adhe keren deh..bisa melancong sampai negeri seberang..*mupeng..
    lagi disorientasi ne mbak..

your comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s