Hai wanita,, jangan cerewet!!

05 April 2011

Malam ini, sebenarnya saya pengen tidur cepat karena sudah hampir jam 11 malam, sedangkan besok harus bangun pagi-pagi sekali ke kantor. Tapi hati ini pengen banget nonton TV sebentar saja. Biasalah di kos jakarta ga ada televisi sih, maka nya saya kebelet pengen nonton. Minggu ini saya masih berada di kampung halaman tercinta, Karimun, dalam tugas kantor selama 2 minggu. Saya bisa menonton televisi dengan siaran seadaanya yang didapat di daerah rumah, kalau ga RCTI,SCTV, atau TPI. Maklumlah jauh dari peradaban kota hahahah. Kalau teman-teman pengen tahu letak dan lokasi pulau Karimun lebih jelasnya, bisa dlihat dipeta atau nanya ke mbah google aja ya,,heheh🙂.

Ketika menonton televisi, yang saya putar channel nya adalah SCTV. Pada pukul 10 malam lebih, ada sebuah sinetron yang berjudul yaitu “Pondok Pesantren Rock n Roll”. Saya ga kenal pemainnya dan ga tahu banget jalan ceritanya. Tapi yang menjadi menarik adalah sinetron itu menyajikan sisi ceramah oleh salah satu ustad, dan saat itu sang ustad sedang mengisi ceramah di acara akad nikah dari salah satu anak pesantren di pondok tersebut. Tema nya tak lain tak bukan adalah tentang pernikahan (HOT topic di bulan-bulan ini hahah). Begini nih ceramah singkat yang menarik dari ustad tersebut:

Beliau mengatakan :

Rasulullah bersabda (maaf jika kata-katanya ga pas, tapi intinya): “Hai anak-anak muda, apabila kamu sudah paham dan mampu untuk membina keluarga, maka laksanakanlah. Sesungguhnya pernikahan itu dilindungi oleh Allah dan dijaga kemaluannya. Dan orang-orang yang melaksanakan pernikahan, maka mereka telah melaksanakn sunah ku. Sedangkan orang-orang yang tidak mau dan tidak menginkan pernikahan, maka tidak akan menjadi kaum yang dicintai”.

Sebegitunya Rasul dan Allah menjaga tentang pernikahan. Pernikahan diharapkan menjadi tempat untuk bisa berbagi masalah, berbagi suka maupun duka. Jangan sampai, dulu semasa pacaran sering curhat dan sharing, tapi ketika menikah tidak pernah curhat lagi. Hal ini malah membahayakan.

Alkisah di Negara mesir, ada sebuah keluarga yang hidup hampir 20 tahun, tapi sang suami tidak merasakan bahagia. Hmm…. ternyata sang suami tidak nyaman karena sang istri yang sering ngomel dan bawel. Sang istri selalu ngomel dari pagi sampai dengan malam.  Ketika di omelin, sang suami hanya diam dan sabar…. Tapi didalam hatinya, ia memendam rasa sakit hatinya itu. Sang suami berkata dalam hati ketika istrinya ngomel, “Awas ya, kamu akan merasakan sakit hati yang kurasakan!!!”. Singkat cerita, suatu hari sang suami mengajak istrinya jalan-jalan. Pada zaman dahulu tidak ada mobil, yang ada hanya unta, kuda, dan kawan-kawan. Mereka menaiki Kuda untuk hanging out. Mereka terus.. terus.. terus…berjalan jauh sekali. Ketika di dalam perjalanan, sang suami melihat ada sumur. Karena hatinya udah sakit sering diomelin terus, maka dia menjatuhkan istrinya kedalam sumur. Suami nya langsung pergi, dan tinggallah istrinya sendirian didalam sumur yang tua, gelap dan ga ada isinya. Didalam sumur, Sang istri malah ngomel “Dasar suami ga tahu terimakasih, kurang ajar, bla bla bla bla bla bla………”.

Sang suami langsung meninggalkan sumur itu, dia merasa bahagia, “Rasain kamu!!”. Tapi ketika dalam perjalanannya, tiba-tiba hatinya tersentuh. Dia merasa kasihan dengan istrinya, dia merasa bagaimana bisa dia tega meninggalkan istrinya yang hidup selama 20 tahun, sama-sama merasakan susah dan senang. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke sumur itu untuk menolong istrinya. Ketika dia mengambil kayu dan memasukkan kayu tersebut agar istrinya bisa naik keatas, tapi apa yang terjadi ketika dia menarik kayu tersebut? Keluarlah seorang kakek2 sangat tua yang mempunyai rambut dan jenggot yang sangat panjang. Sang suami terkejut, loh kok bisa istrinya berubah menjadi kakek-kakek. Dia bertanya siapa kakek tersebut? Kenapa bisa ada disumur ini? dan kemana istrinya? Sang kakek menjawab. “Aku ini adalah jin yang hidup 200 tahun didalam sumur. Aku tidak tahan didalam sumur karena ada wanita yang selalu ngomel didalam sumur!!”. Suaminya hanya bengong saja… Hahahah Begitulah ceritanya. Jin saja takut karena omelan sang wanita yang berada dalam sumur selama 5 menit , apalagi sang suami yang hidup selama 20 tahun.”

Hahaha dengan spontannya saya langsung ketawa mendengarnya. Tapi semuanya penuh dengan makna. Benar juga yang dikatakan ustad tersebut, untuk membuat sebuah keluarga yang harmonis, butuh kerjasama antara suami dan istri. Bagaimana cara suami/istri melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dan apa yang menjadi hak nya. Apabila ada perbedaan atau tidak sesuai dengan hati nurani terhadap semua pola pikir dan tingkah laku, hal itu sudah menjadi hal yang wajar dalam pernikahan. Manusia itu tidak ada yang sempurna, apalagi dalam pernikahan. Ketidak sempurnaan dan perbedaan menjadi hal untuk membuatnya menjadi SATU. Yaitu menjadi SATU ikatan hati yang erat dan suci untuk menggapi ridho Allah SWT dan keluarga tersbut bisa melahirkan keturunan-keturunan yang bisa membanggakan, mengabdi, berbakti pada keluarga, agama, bangsa dan Negara. Semoga kaum wanita bisa menjadi istri dan Ibu yang bijak ya..^^

jangan cerewet ya mbak-mbak…

Kampung tanjung,  pukul 23.30 WIB

2 thoughts on “Hai wanita,, jangan cerewet!!

your comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s