Perjalanan ke Pulau Tidung (1)

Akhirnya saya menulis juga perjalanan pertama saya yang harus menyebarang laut keluar dari Jakarta memakai kapal yaitu ke Pulau Tidung. Sempat ragu ketika saya diajak teman sekantor, mb ayu, untuk mengikuti perjalanan kepulau tidung yang masuk dalam pulau seribu. Setelah berpikir lama, ya… akhirnya saya menerima ajakan beliau. Kami melakukan perjalanan kesana dengan menggunakan paket perjalanan dan didampingi si abang guide. Jadi, fasilitas yang didapat cukup menarik yaitu Perjalanan PP dari muara angke-tidung, penginapan ber-AC, makan siang+malam+pagi, tiap orang dapat sepeda, snorkling dan alat-alat snorkling dengan harga jika 10 orang sebesar Rp.330.000, jika 13-14 orang sekitar Rp.300.000. Saya berfikir apa salahnya sesekali ngikut petualangan ini, ngitung-ngitung sebelum saya dikembalikan ke kampung halaman, hehe. Cekidot gan 2 hari perjalanan ke tidung…

Hari Pertama (Sabtu, 5 Maret 2011)

Saya mengajak sahabat saya yaitu Riri untuk mengikuti perjalanan ini. Dikarenakan kapal ke pulau tidung selalu ontime berangkat jam7 pagi dan 10 pagi, saya menyuruh teman saya untuk menginap dikos saya karena rombongan kami berniat untuk mengumpul sekitar jam 6 pagi memakai kapal trip pertama, biar bisa snorkeling lama dan di dua tempat. Tepat pukul jam 05.15 am (*tumben pagi), kami sudah mulai berangkat ke muara angke. Karena kami ga tahu jalan menggunakan angkot, kami memutuskan naik taxi aja.  Sebenarnya males sih naik taxi, pasti mahal bayarnya mengingat muara angke yg terletak di Jakarta Utara, sedangkan kita di Jakarta selatan (perbatasan Jakarta Pusat sih). Tp gak pa pa lah, biar bisa ontime datangnya. Untung jam segitu Jakarta masih sepi dan gak rame seperti biasanya, dan ternyata ongkos taxi juga ga terlalu mahal kesana, ½ ongkos ke bandara SoekarnoHatta. Tapi ketika nyampe didepan gerbang menuju muara Angke, Ya ampun macet pooolll. Mungkin hari ini bertepatan dengan tanggal merah. Sebenarnya kalo saya sih gak pengaruh sabtu libur karena emang jadwal sabtu dan minggu ga masuk kerja…hehe

Jakarta memang kota yg super duper sibuk, padat, macet, dan rata-rata orang berbondong-bondong datang kesini untuk mencari rezki. Kadang mereka butuh refreshing untuk keluar dari keramaian kota ini, ya… seperti hari ini, sangat sesuai berlibur ke Tidung atau pulau-pulau lainnya. Pulau yang indah, jauh keramaian, dan jauh dari gedung-gedung yg tinggi. Pelabuhan Muara angke merupakan pelabuhan ikan, jadi otomatis jalan menuju kepelabuhan sangat becek dan bau ikan karena disana ada pasar ikan, ditambah hujan dipagi hari, jadi deh,,, labuhan air ikan. Ternyata sampai disana, bukan mainn ruame nya…. kayak pasar ikan, tapi bedanya orang-orang pasar memakai baju seadanya, kalo disana berbagai macam khas style yang terlihat,, maklum jakarta kota metropolitan. Ada Orang yg dilehernya tergantung kamere SLR, ada yang memakai celana pantai, topi pantai, orang yg sibuk dengan earphone yg selalu menggantung ditelinganya, ada orang suku asli pribumi, keturan cina, bule’ (orang eropa.. jgn kira pasangan paklek yo ^^), keturunan india, arab, semua jadi satu disini….

Hari ini yang akan berangkat ke pulau seribu sekitar 5000 org, bisa dibayangkan betapa penuh dan sesaknya di pelabuhan ini. Semua orang berebutan masuk ke kapal, kapal kayu yg kalo gelombang gede maka stabilitasnya akan berkurang. Ditambah lagi suasana hujan dan tempatnya menjadi kotor, becek kayak ojek, capek deh (hayo gaya sapa ini?). Orang disana banyak yg brmain esmossi ketika mereka harus berpisah rombongan, ga dapat pelampung dan sebagainya. Hmmm jadi kudu banyak sabar disini…..

Akhirnya, rombongan kmi berangkat jam 10. Itu udah syukur bisa berangkat. Ada isu mengatakan ‘karena terlalu rame hari ini, ada kapal yg ga dibolehin berangkat’, angkatan laut sampai turun tangan karena kapasitas kapal melebihi kapasitas seharusnya dan penumpang yang tidak memakai baju pelampung.

ini nih suasan dikapal yg harus beedesakan…

Ini foto kapten edi (kiri), salah satu rombongan kami, yg kelamaan bosan dan melihat keramaaian muara ange, dan fina (kanan) yang habis dijemput kapten edi. Maklumlah, kita disini baru bertemu, jadi ga tahu orang nya satu per satu… ^^  oh ya ini rombongan kami ketika perjalanan…

Dari kiri : Mas Beliandi, Mas sugi, Riri, Safina, Mb ayu, Mb ajeng, Ade. dari kiri yg duduk: Mas wahyu dan Mas edi. (sebenarnya ada 2 orang lagi yg ikut dlm rombongan, cuman berpencar karena ada urusan)

Lanjut gan ceritanya… Perjalanan ke pulau tidung itu sekitar 3 jam an, jadi kami nyampe di pulau tidung jam 13.00 WIB. Ketika kami sampe,, Subhanallah, pulaunya indah banget, airnya jernih dan bersih, pantesan orang berbondong-bondong untuk kesini. Kami di pandu sama Pak cep menuju penginapan, rumah disana bagus-bagus, rapat, banyak warung, dan sangat mirip dengan kampung halaman dirumah ku. Akhirnya kami nyampe dirumah, disana sudah disuguhi makanan, dan langsung melahapnya… abisnya semuanya kelaparan, dari pagi perut ini belum tersentuh dgn nasi,heheh. Kami bergegas  mengganti pakaian dan solat, karena supaya bisa lama menikmati keindahan laut tidung.

Kami berangkat menggunakan kapal kecil yang sudah dikhususkan hanya untuk rombongan kami. Didalamnya sudah tersedia alat-alat snorkeling.

Kata pan ncep, kami akan ke pulau payung besar. Cukup lama juga menuju kesana, sampai ga sabaran. Saya melihat air lautnya, kelihatan sekali batu karangnya, dan saya terkagum-kagum…  Ya allah, sungguh luar biasa kau ciptakan alam ini. Selama perjalanan ke pulau payung, kami melihat seperti gundukan pasir, yang hampir mau menjadi daratan di dekat pulau-pulau. Akhirnya sampai juga ke pulau payung nya. Pak ncep beserta partnernya mencoba membawa kapal dekat dengan pulau, biar ga terlaludalam nya. Batin saya…. kok dangkatl, kan enak kalo dalam berenannya (*sok-sokan hahah). Jangkar sudah ditambatkan, dan segera kami memilih sepatu kata dan alat snorkeling. Bagi yang belum bisa berenang, jangan khawatir. Pak ncep sudah mempersiapkan baju pelampung, jadi ga perlu takut tenggelam. Jujur, ini baru pertama kalinya saya memakai sepatu katak dan kacamatanya. Tapi untungnya ada yg ahli, yaitu mb ayu, dia memberikan latihan bagaimana menggunakannya. Sepatu katak disini berfungsi untuk dengan mudah berenang dan mengapung, sehingga ga perlu dorongan gaya kaki yg terlalu kuat ketika mengayun kaki saat berenang. Sedangkan kacamatanya (ga tahu namany), akan menutupi mata beserta hidung, jadi ketika terendam air, kita bernafas melalui mulut. Jangan sesekali menggunakan hidung, karena air akan masuk.

Oke,, saya mengerti dgn instruksi mb ayu, karena saya udah lama ga berenang, saya memutuskan utk memakai baju pelampung. Saya mencoba masuk ke dalam laut, oh…. Dinginnya, untung hari ini ga terlalu panas, jadi ga gosong kulit hahah. Agak sulit saya menggunakan alatnya, mencoba berlatih bernafas dengan mulut. Huk huk… airnya Asiiinnn, ya iyalah namanya laut pasti asinn.  Tapi NaCl nya kerasa banget… beda ama laut nya di pantai pelawan, salah satu pantai di tg.balai karimun.  Setelah lama mencoba dan berlatih, akhirnya saya bisa juga….

Oh ya, sebelum berenang hendaknya pemanasan dulu, supaya kaki tidak keram saat berenang. Mb ayu sudah pemanasan tapi tetap keram, alhamdulillah saya ga keram padahal lupa,,, hahahah. ini beberapa foto yang menggunakan kamera underwater… Mb ayu, kameranya keren…

Pak ncep, mengajak ke pulau payung kecil. Katanya disan ada ubur-ubur… tapi saya tidak menemukannya. wuah….. ditempat yang kedu ini, saya bisa melakukan diving kedalam dan melepas baju pelampung. Hore hore…. dan saya melihat begitu indahnya duni dibawah ini, dan banyak ikan nya juga. Sayang…. waktu udah hampir magrib, jam 17.30 kita pulang. Dan lagi-lagi, disana udah tersedia makan mlam, sambil menunggu antrian kamar mandi, kami semua melahapnya… karena kalau abis berenang bawaanya laperrr melulu hahahah.

Semua sudah siap rapi, bersih, solat dan kenyang. Malamnya adalah, malam keakraban di penginapan, ngobrol-ngobrol lah dan maen kartu. Eh pak ncep datang, dan mengatakan akan diajak ke pinggir pantai untuk acara selanjutnya BBQ party. Asyik asyik…… sebenarnya kita capek banget dan udah kenyang, tapi kayaknya seru menghabiskan waktu ditepi pantai.  Kita menaiki sepeda satu persatu yang sudah dipersiapkan pak ncep,  cukup jauh perjalanan menuju lokasinya.

ternyata disan juga banyak rombongan yg mengadakan acara bakar-bakar. Disana sudah disiapkan dan sudah dibakarkan ikannya. Sambal nya mantap gan… pedes banget, ikannya juga seger. Ikannya buanyakk banget… mb ajeng ga makan ikan, safina juga, hanya kami-kami ini yang makan…

Hari pertama cukup melelahkan tapi menyenangkan, besok ada tempat yg menarik yang akan kami kunjungi… Saya lanjutkan nanti ya, sudah ngantuk.. Hoaammmm….

-By. Ade’- karbela, 03:15

One thought on “Perjalanan ke Pulau Tidung (1)

your comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s