INILAH 3 HARI YANG MENYITA PERHATIAN

03 Februari 2010 hasil sidang Paripurna DPR RI mengenai Kasus Century, memutuskan “Option C” yang menyatakan adanya masalah dalam proses bailout century yang dipilih 325 orang anggota DPR RI. Sedangkan “Option A” yang menyatakan bahwa bailout century tidak bermasalah, dipilih 212 orang. Hanya terpaut 113 orang dan Akhirnya Rakyat menang!!!. Pada saat rapat paripurna itu juga dibanjiri dengan Interupsi karena sikap pimpinan sidang Marzuki Alie yang menjabat sebagai ketua DPR, karena memtuskan secara sepihak. Dan yang lebih menghebohkan datang dari F-PKB, saat ditanyakan kepada F-PKB tentang Option A atau C, maka hanya seorang wanita yang berani dan teguh dgn pendiriannya untuk memilih “Option C” sedangkan yang lain memilih option A. Dialah LILI WAHID,dia tidak takut dengan konsekuensi atas ketidaksamaan persepsi dengan Partainya PKB. Jika ada 1000 dunia ini seperti Bu Lili Wahid, mungkin para koruptor bakalan takut.

04 Februari 2010 pidato oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudoyono, dihadiri seluruh pengurus kabinet pada pukul 20.00 WIB. Pidato ini disaksikan oleh berjuta-juta mata masyarakat Indonesia yang terdiri dari kalangan pemerintah, kalangan aktivis yang selau setia mengikuti setiap episode cerita century, bapak petani, ibu penjaga warung, ibu rumah tangga, pegawai kantor, buruh, para koruptor yang sedang tersenyum manis, dan lain lain. Ada yang mengtakan bahwa pidato ini merupakan PIDATO PEMBELAAN DARI SBY, mungkin karena perbedaan keputusan Demokrat yang lebih memilih option A dengan hasil sidang paripurna kemarin, dan akhirnya Orang nomor satu di Indonesia angkat bicara. Kalau saya boleh berpendapat, menurut saya ketika Seorang Pemimpin yang tergabung dalam sebuah partai dan terpilih menjadi Presiden di sebuah Negara maka dia harus berfikir secara General dan focus menyelesaikan masalah-masalah di bangasa ini, saya pernah melihat sebuah film jepang berjudul “CHANGE” yang dibintangi oleh Takuya Kimura, disana menceritakan kisah tentang inilah sebenarnya seorang pemimpin, bagaimana pemimpin memimpin sebuah Negara? Pemimpin yang tidak memperdulikan kepentingan partai dan hanya memikirkan kepentingan rakyat dan focus menyelesaikan masalah-masalah yang sedang rakyat alami. Untuk para aktivis, para calon pemimpin , dan para calon presiden berikutnya, saya anjurkan tontonlah film ini, hayati isinya. Kembali ke pidato sby, ketika saya mendengar nya kok beliau seperti lebiih mengarah ke option A tapi tidak disebutkan secara gamblang dan jelas, ada beberapa poin yang saya catat ketika menonton TVone:
1. Susilo memberikan Apresiasi sebesar-besarnya atas Panitia angket century, Pansus.
2. Bailout yang merupakan sebuah keputusan kebijakan pada tahun 2008 adalah menyelamatkan dan menghindari krisis
3. Kebijakan Bailout bisa dipertanggung jawabkan
4. Kebijakan Bailout sudah tepat
5. Kebijakan Bailout tidak merugikan Negara, kalaupun merugikan Negara, itupun akan sangat kecil.
6. Penyelematan Century sebagai penyelamatan krisis ekonomi global pada saat itu.
7. Presiden Menanggapi hasil sidang paripurna DPR. Perbedaan tanggapan setiap fraksi-fraksi
8. Presiden mempelajari Rekomendasi-Rekomendai Pansus
Ada beberapa poin lagi yang ketinggalan, tapi rata-rata isi dari pidato pada malam itu sebagian besar sudah ada pada poin-poin diatas. Hmm,,,, kenapa SBY mengatakan hal itu sekarang??? Kenapa pada saat setelah sidang paripurna????? Karena pebedaan pendapata, apakah akan mempengaruhi KOALISI?? Apakah ada perombakan??? Bumi ini begitu banyak yang mendahulukan sebuah kepentingan, bukanlagi memperjuangkan dan menyelesaiakan kepentingan rakyat yang dipikirkan tapi lebih mengurusi kepentingan partailah yang ada pada saat ini…..Lama-lama masyarakat akan bingung, rakyat kecil akan bosan dengan janji-janji yang dilontarkan saat kampanye calon DPR dan Preside RI. Apalagi di setiap daerah-daerah yang mana korupsi nya sangat besar (Akan ada tuliasan mengenai DPR dari tayangan Mata Najwa “DPR Unsencored”). Ada bebrapa kata disaat pidato SBY yang sangat menarik,
“YANG BENAR DIBERI APRESIASI DAN YANG SALAH MAKA HARUS DIBERI SANKSI……….”
Kita berharap apa yang dikatakan bapak kita adalah benar dan diaplikasikan. Ketika Bailout century memiliki kerugian Negara walaupun kerugian itu kecil maka itu juga mempunyai kesalahan dan yang salah harus diberi sanksi.

05 Februari 2010 konferensi Pers Wakil Presiden RI, Bpk. Boediono, tepat pukul jam 13.05 s.d 13.25 beliau memberikan sebuah klarifikasi tentang century setelah adanya pidato pembelaan dari bapak Presiden RI. Ketika pertama kali mengucapkan sebuah kata-kata “Saatnya saya angkat bicara tentang Bank Century….” Ada sebuah beban yang begitu berat berada dalam lingkaran pundaknya, apalagi setelah dia menduduki kursi wakil presiden dan munculnya kasus bank century, tuntutan aksi kepada boediono dan mbak sri agar mengundurkan diri ini membuat pikiran beliau selalu terbebani. Kondisi tersebut didukung dengan isi dari konferensi pada hari jum’at ini, beberapa poin konferensi yaitu:
1. Bail Out merupakan langkah penyelamatan krisi ekonomi global. Apabila Bank century ditutup maka system keuangan perbankan akan rusak dan para nasabah Bank century akan dirugikan.
2. Menanggapi tentang rapat DPR. Sikap setiap fraksi-fraksi yang memiliki perbedaan pandangan dan sikap politik,
3. Wapres terbebani dengn masalah century. Hal itu membebani dirinya dan keluarga, dengan tuntutan dia harus turun jabatan. Alasan kenapa beliau tidak melepaskan amanah ini, karena tidak ingin mengecewakan amanah yang telah diberikan oleh masayarakat Indonesia. Apabila dia mengundurkan diri, berarti dia lepas dari tanggung jawab sebagai wakil presiden.
4. Wapres tidak akan lari dari tanggung jawab. Apapun keputusan dari MPR , beliau siap menerima semuanya.

Beliau juga mengambil hikmah dari kasus century ini antara lain adalah kekacauaan system administaris Negara, kekahawatiran, kegamang pemerintah utk bertindak cepat, dan kasus century ini telah banyak menyita waktu dan pikiran padahal masih banyak permasalahan bangsa yang harus dipikirkan pada saat ini.Mungkin kita sependapat dengan kata terakhir beliau bahwa “ini menyita waktu” namun,,,, yang namanaya sebuah kesalahan apalagi mengenani korupsi itu harus di basmi walaupun kerugian Negara tidak besar, supaya terciptanya system pemerintah Negara yang bersih.

3 hari yang menyita perhatian masyarakat, terutama para aktivis. 3 hari ini juga mengabarkan tentang “Keanarkisan Aksi Mahasiswa”, siapa yang salah dan siapa yang benar, apakah mahasiswa atau oknum pemerintah, rasanya tidak perlu. Karena sekarang ini detikini, rakyat sudah tidak percaya dengan mahasiswa yang telah merusak fasilitas umum ketika aksi. Sebagai pemuda intelektual, hendaknya lebih mengedepankan akal dibandingkan otot. Sepakat dengan mengatakan bahwa aksi membawa sesuatu dan memperjuangkan rakyat, tapi sekali lagi tidak dengan cara anarkis. Sudah banyak aksi damai yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa, tapi apakah aksi damai selanjutnya akan menjadi sebuah kepercayaan untuk memperjuankan rakyat ketika adanya krisis kepercayaan ??? Gara-gara setitik nila rusaklah air susu. Berharap dengan 3 hari ini, semua pernyataan DPR, Presiden, wakil presiden, merupakan sebuah janji didepan mata public. Dengan 3 hari ini juga, jangan berhenti mengawal sebuah kibijakan, walaupun terjadi krisis kepercayaan, mari bangun kembali kepercayaan itu, buktikan bahwa tidak semuanya mahasiswa seperti itu. Dengan 3 hari ini juga, sebuah pernyataan “YANG BENAR DIBERI APRESIASI DAN YANG SALAH MAKA HARUS DIBERI SANKSI……….” Maka itu harus benar diwujudkan, kesalahan sekecil apapun harus diberi sanksi termasuk korupsi kecil. (ai)

06 Februari 2010, pukul 01:10

your comment :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s